Kepala Dinas Kesehatan Hadiri Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting

Bangkinang,-Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH, MH membuka secara resmi Rembuk Stunting Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Kampar. Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Rumah Dinas Bupati Kampar, Rabu(18/5/2022).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zulhendra Das’at turut hadir dan mengikuti kegiatan tersebut bersama Ketua DPRD Kampar Faisal, Ketua Pelaksana TPPS Provinsi Riau, Forkompimda Kabupaten Kampar, kepala perangkat Daerah lingkungan pemerintah kabupaten Kampar, Para Camat Se Kabupaten Kampar, Para Kua Se Kabupaten Kampar dan Kepala Puskesmas Se Kabupaten Kampar.

Dalam arahannya ketika membuka Rembuk Stunting Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Kampar mengatakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara  ini, dirinya berharap melalui rembuk  penurunan Stunting di Kabupaten Kampar dapat tercipta komitmen dari seluruh pihak yang hadir dalam  percepatan  penurunan  stunting secara  bersama.  

“kita sudah rutin selama 3 Tahun melaksanakan kegiatan stunting, pada tahun ini terdapat tim pendamping keluarga yang harus didukung oleh semua OPD terutama para Camat, agar mengkoordinir desa dan kelurahan untuk kegiatan percepatan penurunan stunting melalui dana desa” ucapnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Kampar juga memaparkan ada  5 (lima) kegiatan  yang harus dilakukan yakni layanan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA), Konseling Gizi Terpadu, perlindungan social, sanitasi dan air bersih, dan layanan pendidikan anak usia dini.

Catur Sugeng Susanto juga berharap  kepada Kepala Perangkat Daerah, Kemenag, Camat, Kepala Puskesmas, Dan Kepala Desa serta instansi terkait yang hadir disini, untuk dapat berkontribusi dalam upaya percepatan   penurunan  stunting. 

Ia juga menyampaikan pada tahun 2019 ditetapkan 10 desa lokus  setelah  di  intervensi terjadi penurunan 7 desa sedangkan pada tahun 2020 ditetapkan 16 desa lokus dan terjadi penurunan 10 desa  lokus, tahun 2021 ditetapkan 19 desa lokus dan terjadi penurunan 16 desa.(prot-dokpim/HumasDinkes)