Kabupaten Kampar - Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar melaksanakan kegiatan Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Layanan Imunisasi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Swasta, Kamis (23/4).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau terkait pelaksanaan Monev Program Imunisasi yang bersumber dari Hibah Gavi Tahun 2026.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, serta diikuti oleh pimpinan dan penanggung jawab program imunisasi dari rumah sakit, klinik, praktik mandiri, dan puskesmas se-Kabupaten Kampar.
Pertemuan ini dihadiri oleh para Kepala Puskesmas, penanggung jawab program, serta perwakilan Fasyankes swasta (klinik dan rumah sakit mitra) se-Kabupaten Kampar. Pertemuan strategis ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyatukan visi untuk memastikan standar pelayanan kesehatan yang merata serta bermutu bagi seluruh masyarakat.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfian, SKM., M.Kes. Dalam arahannya ia menyampaikan bahwa peran fasyankes swasta sangat strategis dalam mendukung pencapaian cakupan imunisasi yang tinggi dan merata.
“Kolaborasi antara pemerintah dan fasyankes swasta menjadi kunci dalam memastikan seluruh sasaran mendapatkan layanan imunisasi secara optimal,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Hamidah Qudus, M.K.M dari Tim Kerja Imunisasi Kementerian Kesehatan RI menyampaikan bahwa kegiatan Monev ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan imunisasi di lapangan.
“Monev ini diharapkan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif untuk peningkatan kualitas layanan imunisasi, khususnya dalam memaksimalkan peran fasyankes swasta,” jelasnya.
Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Provinsi Riau, Patricia Touw, yang menegaskan bahwa Kabupaten Kampar dipilih sebagai lokus kegiatan karena capaian imunisasi terbaik di Provinsi Riau pada tahun 2025.
“Kampar memiliki peran strategis karena merupakan kabupaten dengan sasaran terbesar di Provinsi Riau. Capaian Kampar sangat menentukan capaian provinsi di tingkat nasional. Diharapkan tahun 2026 capaian ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ungkapnya.
Pada sesi pemaparan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Imunisasi, Ns. Bustami, S.Kep, M.Pd, menyampaikan gambaran pelayanan imunisasi di Fasyankes Swasta tahun 2026. Saat ini, dari 510 Fasyankes swasta yang ada, baru sebagian yang aktif memberikan layanan imunisasi, sehingga masih terdapat peluang besar untuk optimalisasi.
Data menunjukkan bahwa cakupan imunisasi HB0 di Fasyankes swasta tahun 2025 mencapai 2.755 bayi, sedangkan tahun 2026 hingga Maret tercatat 768 bayi.
Kontribusi terbesar masih didominasi oleh beberapa fasilitas, seperti RS Mesra, RSIA Bunda Anisyah, dan Klinik Pratama Kadisha, yang secara bersama menyumbang lebih dari 80% cakupan.
Sebagai langkah strategis ke depan, Dinkes Kampar mendorong:
- Penguatan komitmen dan jejaring antara Puskesmas dan Fasyankes swasta
- Peningkatan peran praktik mandiri dokter dan bidan sebagai layanan terdekat masyarakat
- Penguatan regulasi, pembinaan, dan monitoring
- Optimalisasi pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi ASIK
Selain itu, tim Kementerian Kesehatan juga memaparkan hasil Monev yang mencakup lima komponen utama, yaitu aspek lokasi layanan, penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), kompetensi petugas, ketersediaan sarana prasarana, serta proses pelayanan imunisasi.
Kegiatan turut diisi dengan pemaparan praktik baik dari RSIA Bunda Anisyah Air Tiris sebagai salah satu Fasyankes swasta dengan kinerja terbaik dalam pelayanan imunisasi.
Diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, mencerminkan komitmen bersama seluruh peserta untuk terus meningkatkan kualitas layanan imunisasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat guna mewujudkan cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkelanjutan di Kabupaten Kampar, serta menekan risiko terjadinya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I)
Disiarkan Oleh: Tim Media Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar
