Akselerasi Layanan KIA: Dinkes Kampar Hadirkan Dokter Spesialis di Puskesmas Tekan AKI dan AKB

Kabupaten Kampar - Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, melalui Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas (Kesprimkom) serta Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Keluarga, sukses menggelar kegiatan pendampingan Tim Ahli (Sp.A dan Sp.OG) di FKTP - Puskesmas beberapa waktu lalu.

Agenda ini difokuskan pada penguatan pelayanan KIA, penanganan kegawatdaruratan, serta optimalisasi sistem rujukan maternal dan neonatal. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Kesprimkom, Poppy Rahmadini, SKM, M.Si, didampingi Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Keluarga, Rina Hartanti, S.Tr.Keb, serta menghadirkan narasumber ahli dr. Faradillah Halusia, Sp.A dan dr. Ratih Sari Putri, Sp.OG.

Acara pendampingan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, Poppy Rahmadini, SKM, M.Si mewakili Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Imawan Hardiman, Sp. DVE. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Puskesmas Kampa, Kepala Puskesmas Air Tiris, serta KTU Puskesmas Sawah. Turut hadir sebagai peserta aktif adalah para tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, bidan desa, penanggung jawab program puskesmas, hingga jejaring fasilitas kesehatan (faskes) di wilayah kerja masing-masing puskesmas tersebut.

Kepala Bidang Kesprimkom, Poppy Rahmadini, SKM, M.Si, menegaskan komitmen Dinas Kesehatan dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB), serta mengakselerasi penurunan angka stunting di Kabupaten Kampar. Dalam pendampingan ini, beliau menekankan pentingnya membangun sistem rujukan yang kuat dan terintegrasi. Tujuannya agar setiap penanganan kasus kegawatdaruratan maternal maupun neonatal dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif sesuai dengan kompetensi fasilitas kesehatan masing-masing.

  1. Pembaruan Kompetensi dan Sinergi Tenaga Kesehatan

Melalui giat pendampingan ini, seluruh tenaga kesehatan (nakes) diharapkan dapat memperbarui informasi serta mendalami pembelajaran kasus secara langsung. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sistem komunikasi yang solid antara nakes di puskesmas dengan dokter spesialis pendamping guna memastikan upaya rujukan yang tepat dapat tercapai.

  1. Optimalisasi Rumah Tunggu Kelahiran (RTK)

Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar kembali mengingatkan mengenai fasilitas Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) yang tersedia di Bangkinang dan Pekanbaru. Nakes diimbau untuk memanfaatkannya bagi pasien berisiko tinggi agar pemantauan dapat dilakukan secara maksimal, di mana Pemerintah Kabupaten Kampar juga menyediakan fasilitas makan, minum, serta pengganti transportasi.

  1. Penguatan Skrining dan Pemeriksaan Kehamilan

Peningkatan skrining awal kehamilan sangat krusial untuk mendeteksi ibu hamil berisiko agar penanganan dini dapat segera dilakukan. Sesuai standar, pemeriksaan ibu hamil dilakukan minimal 8 kali, dengan kewajiban 2 kali pemeriksaan oleh dokter, serta wajib menjalani pemeriksaan tripel eliminasi dan USG bagi setiap ibu hamil.

  1. Program Prioritas Penanganan Stunting melalui Paket PKMK

Sebagai program prioritas Bapak Bupati Kampar dalam mengatasi permasalahan gizi, anak-anak stunting akan diberikan paket Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) selama 10 bulan. Paket ini diberikan berdasarkan rekomendasi tim pakar spesialis anak Kabupaten Kampar, di mana Puskesmas wajib memantau untuk memastikan pemberiannya memberikan daya ungkit terhadap tumbuh kembang anak secara nyata.

  1. Tatalaksana Ibu Hamil dengan HBsAg Positif

Memastikan tatalaksana yang tepat bagi ibu hamil dengan hasil HBsAg positif agar segera mendapatkan pengobatan. Saat ini, ketersediaan obat telah terjamin di Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Dinas Kesehatan serta di RSUD Bangkinang sebagai rumah sakit rujukan utama.

Seluruh rangkaian penguatan layanan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan bahwa setiap ibu dan anak di Kabupaten Kampar mendapatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas, aman, dan responsif. Dengan nakes yang semakin kompeten dan sistem rujukan yang terintegrasi, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi merasa khawatir saat menghadapi situasi kegawatdaruratan medis.

Upaya proaktif ini diharapkan mampu memberikan perlindungan kesehatan yang maksimal, mulai dari masa kehamilan hingga tumbuh kembang anak, demi mewujudkan generasi masa depan Kampar yang sehat, kuat, dan bebas dari ancaman stunting.

Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kesehatan akan terus hadir untuk memberikan jaminan pelayanan yang transparan dan informatif demi kesejahteraan seluruh keluarga di Kabupaten Kampar.*sys*

Editor: Tim Media Informasi dan Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar

Sumber: Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas (Kesprimkom) Kabupaten Kampar