Digitalisasi Kesehatan: Menkes Budi Tekankan Pemerataan Layanan Nasional Melalui SATUSEHAT

JAKARTA – Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa transformasi digital kini menjadi fondasi utama reformasi kesehatan di Indonesia demi menghadirkan layanan yang adil bagi seluruh penduduk. Integrasi sistem melalui platform digital dinilai sebagai kunci untuk menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam pertemuan Asia eHealth Information Network (AeHIN) di Jakarta, Menkes Budi menyampaikan bahwa digitalisasi kini menjadi fondasi utama reformasi kesehatan di Indonesia.

 “Tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat. Kami sedang membangun basis data kependudukan, klinis, hingga genomik untuk mendukung kebijakan berbasis bukti,” tegas Menkes Budi.

Secara teknis, Kemenkes kini mengintegrasikan jutaan Rekam Medis Elektronik (RME) ke dalam government cloud. Tidak hanya berfokus pada data, Kemenkes juga menyiapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, surveilans penyakit, hingga efisiensi operasional layanan kesehatan.

Menkes Budi menekankan bahwa AI dimanfaatkan untuk memperkuat deteksi dini dan prediksi wabah secara real-time, dengan pengawasan ketat melalui Komite AI Kemenkes yang mengatur aspek etika, hukum, dan keamanan data melalui kerangka ELSI (Ethical, Legal, and Social Implications).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, menyatakan dukungan terhadap transformasi digital sektor kesehatan. Namun, ia mengingatkan agar inovasi teknologi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.

Menurutnya, secanggih apa pun sistem yang dibangun, teknologi tetap berfungsi sebagai sarana pendukung pelayanan.

“Tolok ukur inovasi bukan pada kecanggihan algoritma, melainkan pada dampak nyata terhadap kepercayaan dan inklusi masyarakat. Kami memastikan teknologi memperkuat, bukan menggantikan, empati dan penilaian manusia dalam pelayanan kesehatan,” ujar Setiaji.

Strategi transformasi ini juga mencakup penguatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi sesuai standar global. Selain itu, Kemenkes aktif membangun ekosistem inovasi yang melibatkan akademisi, startup, dan industri untuk memastikan solusi digital dapat diperluas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri.

Fokus utama transformasi tersebut adalah memastikan setiap individu memperoleh akses layanan kesehatan yang setara tanpa memandang kondisi ekonomi maupun lokasi geografis.

Semangat kolaborasi lintas negara ini turut difasilitasi oleh Asia eHealth Information Network (AeHIN). Sebagai wadah bagi lebih dari 2.700 praktisi kesehatan digital dari 85 negara, AeHIN menjadi ruang pertukaran pengetahuan dalam mendorong interoperabilitas sistem kesehatan di Asia.

Melalui jejaring tersebut, Indonesia tidak hanya mengadopsi praktik terbaik global, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin transformasi sistem kesehatan digital yang berorientasi pada manusia di kawasan Asia.

Publikasi ini disiarkan ulang oleh : Media Informasi dan Humas Dinkes

Sumber: Website Kemenkes RI