Dinkes Kampar Sambut Baik Peluncuran Mobil Keliling Adminduk untuk Akurasi Target Program Kesehatan

SIAK HULU – Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Imawan Hardiman, Sp.DVE, bersama Kepala Puskesmas Pandau Jaya, Kepala Puskesmas Kubang Jaya, Kepala Puskesmas Pangkalan Baru, serta jajaran pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) menghadiri langsung acara peluncuran (launching) operasional armada Mobil Pelayanan Keliling Administrasi Kependudukan (Adminduk) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kampar.

Acara yang dipusatkan di Lapangan PUSKOPKAR Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Senin (6/7), diresmikan langsung oleh Bupati Kampar, H. Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T. Peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi penguatan kolaborasi lintas sektor di Kabupaten Kampar, khususnya dalam menyinkronkan data kependudukan dengan sasaran layanan kesehatan serta program jaminan kesehatan masyarakat.

Kolaborasi Strategis: Disdukcapil, IBI, dan Dinas Kesehatan

Momen peresmian ini juga dioptimalkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis antara Disdukcapil Kabupaten Kampar dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kampar. Kerja sama ini berfokus pada integrasi percepatan penerbitan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi bayi yang baru lahir di fasilitas bidan mandiri di wilayah domisili Kabupaten Kampar.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menilai langkah ini sebagai lompatan besar. Bidan mandiri dan puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan keluarga, ibu hamil, bayi, dan anak balita. Dengan adanya integrasi data sejak bayi dilahirkan, jaminan hak konstitusional anak (identitas diri) dan hak pelayanan kesehatannya dapat terpenuhi secara simultan.

Korelasi Data Adminduk dengan Ketepatan Sasaran Program Kesehatan

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Imawan Hardiman, Sp.DVE, menyampaikan bahwa keakuratan data kependudukan (Adminduk) adalah kunci utama keberhasilan intervensi kesehatan di lapangan. Ada korelasi yang sangat kuat antara validitas data Disdukcapil dengan efektivitas program kerja di Dinas Kesehatan, di antaranya:

  • Akurasi Target Intervensi Stunting dan Imunisasi: Dengan terdatanya bayi baru lahir secara instan (langsung mendapatkan KK dan KIA), Puskesmas di wilayah Siak Hulu, Kubang Jaya, Pangkalanbaru, dan seluruh Kampar dapat memetakan secara presisi sasaran imunisasi dasar lengkap serta pemantauan tumbuh kembang anak untuk mencegah stunting.
  • Validitas Data Layanan Ibu dan Anak: Bidan sebagai garda terdepan dapat memastikan ibu hamil dan bayi yang dilahirkannya langsung tercatat dalam sistem administrasi data kependudukan. Hal ini mempermudah pelacakan kesehatan ibu pascamelahirkan (postnatal care).
  • Efisiensi Anggaran dan Ketepatan Sasaran Jaminan Kesehatan: Data kependudukan yang valid (by name, by address, by NIK) memastikan bantuan jaminan kesehatan, distribusi PMT (Pemberian Makanan Tambahan), dan program kesehatan gratis lainnya jatuh ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, tanpa ada tumpang tindih.

"Pelayanan jemput bola melalui mobil keliling Adminduk ini tidak hanya memudahkan urusan sipil warga, tetapi juga membantu Dinas Kesehatan dalam menyusun perencanaan program yang berbasis data riil (evidence-based policy). Ketika data kependudukannya cepat dan akurat, maka intervensi pelayanan kesehatan pun akan jauh lebih cepat, tepat sasaran, dan tuntas." Ujar dr. Imawan Hardiman, Sp.DVE

Antusiasme dan Dukungan Lintas Sektor

Agenda penting ini turut dikawal oleh Forkopimcam Siak Hulu, Camat Siak Hulu, Camat Tambang, Camat Perhentian Raja, beberapa Anggota DPRD Kabupaten Kampar, Kepala OPD terkait, serta para Kepala Desa. Ratusan warga lokal tampak memadati lokasi dengan antusias, memanfaatkan layanan simulasi dokumen instan yang ditinjau langsung oleh Bupati Kampar.

Melalui integrasi program antara Pemkab Kampar, Disdukcapil, Dinas Kesehatan, dan IBI ini, diharapkan target Kabupaten Kampar menuju masyarakat yang sehat, mandiri, dan tertib administrasi kependudukan dapat terwujud lebih cepat mulai dari tingkat desa.

[Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar]