Dampak Cuaca Ekstrem pada Daya Tahan Tubuh
Perubahan cuaca ekstrem yang tidak menentu belakangan ini, seperti siang yang terik disusul sore hari yang tiba-tiba hujan, menjadi tantangan serius bagi daya tahan tubuh. Kondisi ini seringkali menyebabkan penurunan stamina dan kebugaran, menjadikan individu lebih rentan terhadap berbagai infeksi pernapasan.
Salah satu yang paling umum adalah Influenza Musiman, atau yang akrab kita sebut flu. Meskipun sering dianggap sepele, flu musiman memerlukan kewaspadaan tinggi karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama saat tubuh sedang dalam kondisi lemah akibat adaptasi cuaca yang fluktuatif.
Oleh karena itu, menjaga pola makan sehat dan teratur menjadi kunci penting untuk memperkuat sistem imun dan daya tahan tubuh agar tetap terjaga.
Influenza adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Virus ini menyebar melalui droplet (percikan ludah) saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Infeksi influenza seringkali datang tanpa peringatan, ditandai dengan munculnya gejala yang mendadak. Seseorang umumnya mengeluhkan demam, disertai batuk—yang kebanyakan kering—sakit kepala, nyeri pada otot dan sendi, radang tenggorokan, dan hidung berair. Kabar baiknya, mayoritas individu dapat pulih sepenuhnya dalam kurun waktu sekitar satu minggu tanpa memerlukan perawatan khusus.
Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan karena flu dapat berujung fatal, terutama bagi mereka yang termasuk dalam kelompok berisiko tinggi. Prioritas perhatian harus diberikan kepada:
Ibu hamil
Anak balita (di bawah lima tahun)
Lansia
Individu dengan kondisi kronis seperti HIV/AIDS, asma, diabetes, atau penyakit jantung
Tenaga kesehatan yang memiliki risiko paparan virus yang lebih tinggi.
Bagi kelompok ini, flu musiman bukan sekadar sakit biasa, melainkan ancaman serius yang membutuhkan penanganan medis segera.
Pencegahan menjadi langkah krusial. Cara terbaik untuk mencegah penularan adalah dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), rutin mencuci tangan pakai sabun(CTPS) atau menggunakan hand sanitizer, serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Bagi individu yang sakit, penggunaan masker wajib dilakukan untuk menekan penyebaran virus. Selain itu, vaksin influenza tahunan sangat direkomendasikan bagi kelompok berisiko tinggi sebagai perlindungan tambahan.
Apabila terkena influenza, penanganan awal yang disarankan adalah isolasi mandiri di rumah untuk menghindari penularan, banyak beristirahat, menjaga hidrasi dengan minum air putih yang cukup, dan mengobati gejala yang muncul seperti demam.
Jika gejala memburuk atau jika pasien termasuk kelompok berisiko, perlu segera menghubungi petugas kesehatan - segera ke fasilitas kesehatan (faskes) – puskesmas maupun klinik terdekat.
Dengan mengenali gejala dan melakukan langkah pencegahan yang tepat, risiko komplikasi dari influenza musiman dapat diminimalisir, menjaga daya tahan tubuh
Tetap prima di tengah dinamika perubahan cuaca yang menguji stamina.
Salam Sehat
Referensi
World Health Organization (WHO). (2023). Influenza (Seasonal). Retrieved from https://www.who.int
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Influenza.
Ayosehatkemenkes
Media Informasi dan Humas
