Menkes : Menjaga Masyarakat Tetap Sehat

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa orientasi utama pembangunan kesehatan adalah memastikan mayoritas masyarakat tetap sehat, bukan hanya berfokus pada pengobatan. Penegasan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan Primer dan Komunitas 2025 di Bekasi, dikutip dari rilis pers Kementerian Kesehatan RI.

Perubahan orientasi ini, lanjut Menkes, telah didorong oleh Kementerian Kesehatan sejak periode 2018 hingga 2022, yakni menggeser fokus sistem kesehatan dari yang semula hanya berpusat pada upaya mengobati menjadi menjaga dan mencegah masyarakat agar tidak jatuh sakit.

“Mengurus orang agar tetap sehat membutuhkan perhatian serta anggaran lebih besar dibandingkan hanya mengobati orang saat sudah sakit,”. “Karena ketika sakit, itu sudah terlambat dan biayanya sangat mahal.” tegas Menkes Budi Gunadi Sadikin

Menkes mengingatkan bahwa pembangunan kesehatan tidak boleh terjebak pada asumsi bahwa hanya yang sakit yang perlu diurus. Sebaliknya, upaya kesehatan harus berpihak pada masyarakat yang masih sehat, bukan hanya pada masyarakat yang sedang sakit.

Strategi Pencapaian Target Harapan Hidup

Menkes kemudian menyoroti target yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yaitu meningkatkan Angka Harapan Hidup (AHH) menjadi 75 tahun dan Harapan Hidup Sehat menjadi 65 tahun. Target dan upaya ini, menurut Menkes, hanya dapat dicapai melalui penguatan layanan primer di seluruh wilayah.

Untuk mendukung penguatan layanan primer, strategi promotif dan preventif harus dijalankan dengan pendekatan yang relevan dan modern bagi masyarakat.

“Kita harus hadir di tempat masyarakat melihat, misalnya TikTok atau Instagram. Konten sederhana seperti makan sehat, olahraga, dan tidur yang cukup bisa menjangkau jutaan orang,” ujar Menkes, menekankan perlunya adaptasi digital.

Tenaga Kesehatan sebagai Contoh Hidup Sehat

Menkes juga memberikan sorotan khusus pada pentingnya peran tenaga kesehatan (nakes) sebagai teladan gaya hidup sehat. Hal ini disampaikannya mengingat meningkatnya kasus kematian mendadak akibat penyakit jantung pada usia muda, yang turut terjadi di kalangan nakes sendiri.

“Kalau kita sebagai Kemenkes saja tidak bisa menjaga kesehatan pegawai sendiri, bagaimana kita bisa menjaga masyarakat seluruh Indonesia?” tanyanya retoris.

Menkes mengulang tiga pilar utama hidup sehat yang harus diterapkan oleh semua pihak: cukup bergerak, makan sehat, dan tidur yang cukup. Seluruh Kepala Dinas Kesehatan didorong untuk menciptakan ruang yang mendukung aktivitas fisik, misalnya dengan menginisiasi kegiatan Car Free Day di berbagai daerah.

Optimalisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG)

Terakhir, Menkes meminta agar Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dioptimalkan tidak hanya sebagai sarana deteksi, tetapi juga sebagai pintu masuk edukasi dan deteksi dini terhadap risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dan pola hidup masyarakat, terutama dalam melihat tingkat aktivitas fisik.

“Olahraga paling murah dan paling mudah adalah berlari atau berjalan,” tegasnya.

Hasil CKG yang menunjukkan rendahnya aktivitas fisik wajib segera ditindaklanjuti dengan intervensi komunitas dan kampanye gaya hidup sehat yang lebih intensif, memastikan setiap data yang diperoleh diterjemahkan menjadi aksi nyata.

Komitmen Dinkes Kampar: Menyelaraskan Program Pusat dan Daerah

Menanggapi arahan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar berkomitmen penuh untuk menjadi garda terdepan dalam mentransformasi sistem kesehatan di tingkat daerah.

Upaya penguatan layanan primer dan fokus pada strategi promotif-preventif yang ditekankan Menkes sepenuhnya didukung dan diselaraskan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.

Dinkes Kampar siap memastikan bahwa setiap program kesehatan di Kampar berorientasi pada preventif dan promotive, menjaga masyarakat agar tetap sehat, menjadikan pencegahan sebagai investasi utama demi tercapainya target angka harapan hidup yang lebih tinggi dan masyarakat Kampar yang lebih sehat dan produktif.(syams)

Media Informasi dan Humas

Sumber : Dilansir dari rilis pers Kementerian Kesehatan RI.