Perkuat Konvergensi Stunting : Dinkes Kampar Apresiasi Program Kesehatan PT. RAPP

BANGKINANG KOTA – Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah strategis dalam mengakselerasi penurunan angka stunting. Melalui kemitraan erat dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), sebuah pertemuan pemangku kepentingan (Stakeholder Meeting) digelar di Aula Dinas Kesehatan Kampar, Senin (09/02/2026).

Pertemuan ini menjadi pijakan utama untuk menyinkronkan program kesehatan tahun 2026 demi mengejar target nasional prevalensi stunting. Tujuan pertemuan ini adalah untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas di wilayah operasinal perusahaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Asmara Fitrah Abadi, MM, melalui Sekretaris Dinkes dr. Rita Anggraini, menegaskan bahwa kolaborasi publik-swasta merupakan kunci vital keberhasilan intervensi kesehatan di lapangan.

Dari jajaran Dinas Kesehatan, hadir pula Kabid Kesmas selaku narasumber, didampingi Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi, serta Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Kesehatan Komunitas.

Pertemuan ini menghadirkan jajaran Puskesmas strategis—termasuk Puskesmas Simalinyang, Lipat Kain, Gunung Sari, dan Gunung Sahilan—untuk mematangkan koordinasi di desa-desa sasaran agar setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran dan terintegrasi.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Rita secara khusus menyoroti pentingnya penyediaan Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) sebagai bagian dari intervensi spesifik.

"Intervensi stunting harus dilakukan dengan pendekatan medis yang tepat. Kehadiran program dari sektor swasta seperti PT RAPP sangat membantu kami, terutama dalam memastikan ketersediaan PKMK bagi anak-anak yang membutuhkan asupan nutrisi khusus di bawah pengawasan tenaga medis. Dengan dukungan PKMK yang tepat sasaran, kita bisa mempercepat pemulihan status gizi balita yang berisiko tinggi stunting," tambah dr. Rita.

Beliau juga mengakui bahwa kehadiran program kesehatan dari sektor swasta ini menjadi angin segar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan dasar di tingkat desa dan puskesmas, terutama di tengah keterbatasan anggaran daerah dalam memenuhi kebutuhan logistik medis yang bersifat khusus.

Komitmen Manajemen Strategis PT RAPP: Visi APRIL 2030

PT RAPP menunjukkan keseriusan dalam mendukung visi pembangunan kesehatan di wilayah operasionalnya dengan menghadirkan jajaran pimpinan dan tim operasional. Kehadiran tim dari PT. RAPP mempertegas komitmen perusahaan melalui pilar inclusive progress dalam visi APRIL 2030.

Turut hadir mewakili manajemen PT RAPP dalam pertemuan strategis tersebut antara lain Perdinand Leohansen Simatupang (Community Development Head), Sundari Berlian (Community Development Operational Manager), Purwowidi Astanto (Deputy Strategic Planning), Vonne Kandou (Program Coordinator Education), Fitra Hidayat (Regional Coordinator Kab. Kampar), Elwan Jumandri (SHR Kampar), dan Raja Zulkarnain (SHR Askep).

Ferdinand Leohansen Simatupang menjelaskan bahwa perusahaan mengusung dua program prioritas dalam intervensi kesehatan masyarakat. Program pertama berfokus pada percepatan penurunan stunting melalui kemitraan strategis dengan puluhan Posyandu. Sementara itu, program kedua diarahkan pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di desa-desa sasaran melalui kolaborasi intensif dengan Puskesmas-Puskesmas di seluruh wilayah operasional perusahaan yaitu puskesmas Gunung Sari, Gunung Sahilan, Lipatkan dan Simalinyang.

Capaian Signifikan dan Target Strategis 2026

Dalam sesi pemaparan teknis, Purwowidi Astanto (Deputy Strategic Planning PT RAPP) menjelaskan bahwa hingga saat ini perusahaan telah menjalin kemitraan aktif dengan 40 Posyandu dan 16 desa yang tersebar di 3 kecamatan serta 4 wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Kampar.

"Sepanjang tahun 2025, PT RAPP konsisten melakukan penguatan di 40 Posyandu. Kami telah melatih 100 kader dalam 25 keterampilan dasar serta memberikan coaching komunikasi antar pribadi kepada 78 kader guna memastikan pesan kesehatan tersampaikan dengan efektif ke tingkat keluarga," jelas Purwowidi.

Lebih lanjut, Purwowidi. merincikan dampak nyata program tersebut selama setahun terakhir, yang meliputi penyaluran 5.140 paket PMT bagi balita dan ibu hamil, serta pemberian PMT Pemulihan bagi 40 balita, di mana 9 di antaranya telah menunjukkan perbaikan status gizi secara signifikan. Selain itu, edukasi gizi dan kesehatan di 16 desa telah berhasil meningkatkan pemahaman 423 ibu hamil dan ibu balita mengenai pentingnya ASI Eksklusif.

Di tahun 2026, PT RAPP berkomitmen mempertahankan capaian positif dengan menjaga angka stunting di 16 desa binaan agar tetap stabil di angka 1,35%."

"Strategi kami di tahun ini akan berfokus pada penguatan layanan Posyandu, edukasi gizi bagi kelompok rentan, serta advokasi kebijakan anggaran stunting di tingkat daerah. Kami juga akan terus berkomitmen dalam penguatan kompetens dan keterampilan kader posyandu, peningkatan angka kehadiran balita di posyandu, Edukas kesehatan dan gizi untuk pencegahan stunting di masyarakat, integrase rencana aksi SKPP ke dalam RKPD, implementasi aksi konvergensi stunting ditingkat kabupaten hingga desa," tambahnya menutup pemaparan.

Fokus pada Akurasi Data dan Kualitas Gizi

Kabid Kesmas Dinkes Kampar, Poppy Rahmadini, SKM, MSi, dalam pemaparannya mengingatkan bahwa validasi data antara temuan riil di lapangan dan aplikasi SIGIZI KESGA sangat krusial. Penanganan stunting harus dimulai dari pencegahan pada anak yang berat badannya tidak naik agar tidak jatuh ke kondisi stunting.

Selain itu, pertemuan ini menekankan optimalisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Dinas Kesehatan mewajibkan komposisi PMT mengikuti Petunjuk Teknis (Juknis) dengan pengawasan ketat. Penggunaan sumber protein seperti telur harus sesuai standar untuk memastikan kecukupan gizi balita tercapai maksimal. Sepanjang tahun lalu, tercatat ribuan paket PMT penyuluhan dan pemulihan telah disalurkan, termasuk program edukasi di puluhan desa.

Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Kolaborasi strategis ini menghadirkan perubahan nyata yang menyentuh langsung kebutuhan warga di 16 desa sasaran:

Akses Kesehatan Berkualitas: Warga kini dapat menikmati layanan kesehatan standar profesional di 40 Posyandu binaan, yang menghadirkan konsultasi medis berkualitas tepat di tengah pemukiman mereka.

Perlindungan Balita Sejak Dini: Kehadiran kader yang terampil dalam deteksi dini memberikan rasa aman bagi orang tua. Setiap gejala penurunan berat badan kini dipantau secara presisi, memastikan intervensi medis dilakukan secepat mungkin guna memutus rantai stunting.

Keluarga Cerdas Gizi: Ibu-ibu di wilayah operasional kini lebih berdaya dengan bekal pengetahuan mendalam mengenai ASI Eksklusif dan pola asuh bergizi, yang menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak anak-anak yang sehat dan cerdas.

"Pemerintah Kabupaten Kampar dan PT RAPP menegaskan bahwa sinergi ini bukan sekadar mengejar statistik, melainkan sebuah gerakan berkelanjutan melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) dan kolaborasi aktif Tim Penggerak PKK. Harapan besarnya adalah menyalakan kesadaran kolektif masyarakat untuk mandiri dalam pola hidup sehat, sekaligus mengunci target 'Zero Stunting Baru' sebagai realitas. Dengan membangun pondasi kesehatan yang kokoh sejak dini, kita sedang menyiapkan karpet merah bagi lahirnya generasi emas Kampar yang tidak hanya sehat dan unggul, tetapi juga memiliki mentalitas juara untuk memenangkan persaingan di masa depan."

Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Sinergi Membangun Negeri, Bersama Cegah Stunting.

Publikasi ini disiarkan oleh : Tim Media Informasi dan Humas