Wabup Kampar Pimpin Rakor Imunisasi 2026: Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Gerakan Sapu Tuntas Imunisasi Menuju Generasi Emas Bebas PD3I

Bangkinang, 2 Juni 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kampar dalam melindungi generasi penerus dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Penguatan Program Imunisasi Kabupaten Kampar Tahun 2026 yang diselenggarakan di Ruang Rapat Lantai III Kantor Bupati Kampar.

Kegiatan strategis tersebut dibuka dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kampar, Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si, mewakili Bupati Kampar, serta dihadiri oleh perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, UNICEF Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar, TP PKK, OPD terkait, Camat se-Kabupaten Kampar, Kepala Puskesmas, organisasi profesi kesehatan, akademisi, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan lainnya.

Rakor ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, menyatukan langkah, dan membangun komitmen bersama dalam mewujudkan cakupan imunisasi yang tinggi, merata, berkualitas, serta menjangkau seluruh sasaran tanpa terkecuali.

Prestasi Membanggakan, Namun Tantangan Masih Ada

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Imawan Hardiman, Sp.DVE, menyampaikan bahwa program imunisasi di wilyahnya terus menunjukkan tren capaian yang membanggakan.

Pada Tahun 2025, Kabupaten Kampar berhasil meraih Terbaik I Capaian Imunisasi Tingkat Provinsi Riau, dan pada Tahun 2026 kembali mengukir prestasi dengan meraih Terbaik I Nasional Capaian Imunisasi MR1 pada Bayi.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Daerah, tenaga kesehatan, TP PKK, kader Posyandu, organisasi profesi, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, perguruan tinggi, dunia usaha hingga dukungan Kementerian Kesehatan RI, UNICEF Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi Riau.

Namun demikian, dr. Imawan menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri.

Data surveilans menunjukkan bahwa kasus PD3I masih ditemukan. Pada tahun 2025 tercatat 23 kasus campak terkonfirmasi positif, sementara hingga Mei 2026 masih ditemukan 16 kasus campak positif dan 1 kasus difteri positif. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat kelompok masyarakat yang rentan akibat belum mendapatkan imunisasi lengkap.

"Keberhasilan program imunisasi bukan hanya diukur dari tingginya angka cakupan, tetapi dari semakin sedikitnya kasus penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi serta semakin banyaknya anak yang terlindungi secara optimal," tegasnya.

Gerakan Sapu Tuntas Imunisasi: Temukan, Layani, Entri dan Tuntaskan

Sebagai langkah percepatan, Pemerintah Kabupaten Kampar meluncurkan inovasi daerah berupa:

GERAKAN SAPU TUNTAS IMUNISASI KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2026

"Temukan • Layani • Entri • Tuntaskan"

Gerakan ini dirancang untuk memastikan seluruh sasaran imunisasi dapat ditemukan, mendapatkan layanan, tercatat dengan baik, dan dituntaskan status imunisasinya.

Fokus utama gerakan ini adalah:

  • Penuntasan anak Zero Dose (belum pernah mendapat imunisasi).
  • Penuntasan anak Drop Out (tidak melanjutkan imunisasi sampai lengkap).
  • Penguatan validasi dan pemutakhiran data sasaran.
  • Peningkatan kualitas pencatatan dan pelaporan.
  • Penguatan sweeping dan kunjungan rumah.
  • Penjangkauan kelompok rentan dan wilayah dengan cakupan rendah.
  • Penguatan peran Posyandu hingga tingkat desa.

Semangat yang dibangun adalah memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dari layanan imunisasi (No One Left Behind).

Wakil Bupati: Imunisasi Adalah Investasi Masa Depan Daerah

Dalam sambutan Bupati Kampar yang dibacakan oleh Wakil Bupati Kampar, disampaikan bahwa imunisasi merupakan investasi pembangunan yang sangat penting karena tidak hanya melindungi kesehatan anak, tetapi juga menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Menurutnya, penguatan program imunisasi merupakan bagian integral dari visi pembangunan "Kampar Di Hati", khususnya dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang dekat, cepat, merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.

Wakil Bupati Kampar juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan imunisasi sebagai gerakan bersama.

"Keberhasilan imunisasi bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi."

Narasumber Nasional dan Mitra Pembangunan Perkuat Arah Kebijakan

Rakor juga menghadirkan narasumber dari tingkat kabupaten, provinsi, nasional hingga mitra internasional yang memberikan penguatan kebijakan dan strategi implementasi program imunisasi.

Evaluasi dan Strategi Daerah

Materi pertama disampaikan oleh dr. Imawan Hardiman, Sp.KK yang memaparkan Evaluasi Capaian Program Imunisasi dan Strategi Gerakan Sapu Tuntas Imunisasi Kabupaten Kampar Tahun 2026.

Beliau menekankan bahwa keberhasilan imunisasi harus dibangun melalui pendekatan berbasis data, pemetaan sasaran yang akurat, penguatan pelayanan hingga tingkat desa, serta dukungan lintas sektor yang berkelanjutan.

Menurutnya, seluruh sasaran yang belum lengkap status imunisasinya harus ditemukan, dilayani dan dituntaskan melalui gerakan bersama yang melibatkan seluruh komponen daerah.

Roadmap Penurunan Zero Dose dari Provinsi Riau

Selanjutnya, Patricia Touw, M.Si, Plh. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Riau, menyampaikan materi:

"Roadmap Penguatan Imunisasi Terpadu: Sinergi Kebijakan Lintas Sektor dalam Penurunan Zero Dose"

Dalam paparannya dijelaskan bahwa keberhasilan penurunan angka Zero Dose memerlukan integrasi kebijakan, penguatan tata kelola program, pemetaan wilayah berisiko, serta keterlibatan aktif pemerintah daerah hingga tingkat desa.

Beliau menekankan bahwa anak-anak Zero Dose seringkali berada pada kelompok rentan dan sulit dijangkau sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih proaktif melalui kolaborasi sektor kesehatan, pendidikan, keagamaan, pemerintahan desa, dan masyarakat.

Arah Kebijakan Nasional Imunisasi Tahun 2026

Materi berikutnya disampaikan oleh dr. Sulistya Widada, Ketua Tim Kerja Surveilans PD3I dan KIPI Kementerian Kesehatan RI. Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa imunisasi merupakan prioritas pembangunan kesehatan nasional untuk melindungi masyarakat dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).

Kementerian Kesehatan terus mendorong peningkatan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata, penguatan kualitas data, penuntasan sasaran Zero Dose dan Drop Out, penguatan kewaspadaan dini KLB, serta peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi.

Beliau juga menekankan pentingnya surveilans PD3I dan KIPI sebagai bagian integral program imunisasi. Surveilans PD3I berfungsi mendeteksi secara dini kasus penyakit dan potensi KLB, sedangkan pemantauan KIPI memastikan keamanan, mutu pelayanan, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program imunisasi.

Dr. Sulistya Widada mengapresiasi komitmen dan capaian Kabupaten Kampar yang telah menjadi salah satu daerah dengan performa imunisasi terbaik di Indonesia serta mendorong agar semangat kolaborasi lintas sektor terus diperkuat untuk mewujudkan perlindungan kesehatan yang optimal bagi seluruh anak

UNICEF Dorong Inovasi dan Pemenuhan Hak Anak atas Imunisasi

Sebelum sesi diskusi, materi disampaikan oleh Hermansyah, Konsultan Imunisasi UNICEF Indonesia untuk Provinsi Riau dan Sumatera Barat.

Melalui materi "Strategi Dukungan dan Inovasi dalam Mewujudkan Hak Anak atas Imunisasi", UNICEF menegaskan bahwa imunisasi merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi tanpa diskriminasi.

UNICEF mendorong penguatan inovasi daerah melalui:

  • Pendekatan berbasis masyarakat.
  • Penguatan komunikasi perubahan perilaku.
  • Penjangkauan kelompok rentan.
  • Penguatan kemitraan lintas sektor.
  • Pemanfaatan data untuk menemukan anak yang belum terjangkau layanan.

UNICEF juga mengapresiasi semangat Kabupaten Kampar dalam membangun kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi menuju cakupan imunisasi yang tinggi dan merata.

Semangat Kolaborasi Warnai Sesi Diskusi

Sesi diskusi berlangsung aktif, dinamis, dan penuh semangat. Berbagai masukan, pengalaman lapangan, serta solusi inovatif disampaikan oleh peserta yang berasal dari OPD, TP PKK, Camat, Kepala Puskesmas, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan mitra pembangunan.

Seluruh peserta menyatakan dukungan penuh terhadap upaya percepatan imunisasi dan sepakat bahwa keberhasilan program hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.

Rakor Hasilkan RTL dan Komitmen Bersama Lintas Sektor

Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta menyepakati Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang mencakup pembentukan Tim Koordinasi Percepatan dan Peningkatan Akses Pelayanan Imunisasi Kabupaten Kampar, penguatan validasi data sasaran, penuntasan Zero Dose dan Drop Out, optimalisasi layanan imunisasi, penguatan komunikasi publik, surveilans PD3I, serta monitoring dan evaluasi secara berkala.

Rakor juga menghasilkan Komitmen Bersama Peran dan Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Mendukung Peningkatan Cakupan Imunisasi Kabupaten Kampar Tahun 2026 yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Komitmen tersebut menegaskan tekad bersama untuk:

  • Menjadikan imunisasi sebagai prioritas pembangunan daerah.
  • Mengoptimalkan peran seluruh sektor.
  • Menemukan, melayani, mencatat dan menuntaskan seluruh sasaran imunisasi.
  • Menuntaskan anak Zero Dose dan Drop Out.
  • Memastikan tidak ada sasaran yang tertinggal dari layanan imunisasi.
  • Mencegah PD3I dan mengantisipasi potensi KLB.

Satu Komitmen • Satu Gerakan • Sapu Tuntas Imunisasi

Rakor Penguatan Program Imunisasi Kabupaten Kampar Tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan imunisasi tidak dibangun oleh satu sektor saja, melainkan melalui kolaborasi, kepedulian, dan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat "Satu Komitmen • Satu Gerakan • Sapu Tuntas Imunisasi", Kabupaten Kampar optimis dapat mewujudkan cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkualitas, melindungi setiap anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, serta mengantarkan terwujudnya Generasi Emas Kampar yang sehat, cerdas, tangguh, dan bebas

PD3I menuju Tahun 2045.

Publikasi dan Informasi ini disiarkan oleh Tim Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar