PERTEMUAN KOORDINASI DAN ADVOKASI PELAKSANAAN PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS (PKG)

BANGKINANG KOTA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menyelenggarakan Pertemuan Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2026 pada Kamis (9/7/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, tim kerja terkait, hingga seluruh Kepala Puskesmas se-Kabupaten Kampar.

Pertemuan ini merupakan langkah penting dalam menyelaraskan dan menyukseskan implementasi program prioritas nasional untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Kampar.

Menyukseskan Asta Cita dan Transformasi Layanan Primer

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Imawan Hardiman, Sp.DVE menegaskan bahwa Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win dalam misi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdapat pada Delapan Misi Asta Cita Kepemimpinan Presiden Republik Indonesia.

"Program PKG ini berjalan beriringan dengan komitmen pemerintah dalam menerapkan Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP). Kita ingin mengubah paradigma masyarakat dari kuratif (mengobati) menjadi preventif-promotif (mencegah). Salah satu keunikan program PKG ini adalah memanfaatkan momentum hari ulang tahun sebagai pengingat bagi individu untuk mendeteksi dini kondisi kesehatannya secara berkala setahun sekali," jelas dr. Imawan.

Pelaksanaan PKG di Kampar menyasar lima kelompok siklus hidup utama:

1. Bayi Baru Lahir (BBL): Skrining dilaksanakan pada usia bayi 2 hari (khususnya untuk skrining SHK) di fasilitas pelayanan kesehatan bersalin.

2. Balita & Anak Pra-Sekolah (1-6 Tahun): Terintegrasi di Posyandu dan PAUD.

3. Anak Sekolah & Remaja (7-17 Tahun): Dilaksanakan melalui skrining sekolah.

4. Usia Dewasa (18-59 Tahun): Skrining Penyakit Menular dan Tidak Menular (PTM) terintegrasi.

5. Lanjut Usia (60 Tahun ke Atas): Skrining kesehatan geriatri komprehensif di komunitas.

   

Capaian Kabupaten Kampar: Peringkat 2 Tertinggi Se-Provinsi Riau

Berdasarkan data rill dan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kesehatan RI per 06 Juli 2026, Kabupaten Kampar telah mencatatkan capaian yang cukup membanggakan. Dengan total kehadiran 245.482 jiwa yang melakukan Cek Kesehatan Gratis (26,56% dari total populasi sasaran), Kabupaten Kampar sukses menduduki peringkat kedua tertinggi di Provinsi Riau.

Berikut adalah rincian capaian realisasi PKG Kabupaten Kampar berdasarkan kelompok sasaran s.d. Juli 2026:

• Bayi Baru Lahir (BBL): 1.056 jiwa (9% dari sasaran).

• Balita & Anak Pra-Sekolah: 9.553 jiwa (13% dari sasaran).

• Anak Usia Sekolah & Remaja: 47.059 jiwa (28% dari sasaran).

• Usia Dewasa: 169.369 jiwa (33% dari sasaran).

• Lanjut Usia (Lansia): 18.445 jiwa (27% dari sasaran).

• Total Kehadiran: 245.482 jiwa (29% dari target capaian riil).

Meskipun progresnya menjanjikan, Dinkes Kampar terus berupaya mengejar target nasional agar proporsi penerima pemeriksaan gratis dapat melampaui standar minimal cakupan kabupaten/kota sebesar 46%.

Tantangan di Lapangan dan Solusi Aksi Nyata

Dalam sesi koordinasi, beberapa kendala yang masih menghambat optimalisasi program diidentifikasi secara transparan, antara lain keterbatasan ketersediaan alat kesehatan (alkes) dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), kendala jaringan internet di beberapa Puskesmas saat menginput data ke aplikasi SatuSehat Indonesiaku (ASIK), data NIK warga yang tidak valid, serta kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.

Guna mengatasi tantangan tersebut, Dinkes Kampar merumuskan beberapa solusi taktis yang segera diimplementasikan:

1. Aksi Jemput Bola: Menyelenggarakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) berbasis komunitas, disinergikan dengan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang didukung oleh pemanfaatan BOK Puskesmas.

2. Advokasi Lintas Sektor & Swasta: Mendorong keterlibatan aktif fasyankes swasta (klinik pratama, RS), TNI/POLRI, universitas, hingga perusahaan swasta agar dapat menyelenggarakan CKG secara mandiri bagi pekerjanya.

3. Validasi Data Berkala: Melakukan pembersihan dan pencocokan data NIK bermasalah secara bulanan bekerja sama dengan Disdukcapil agar penginputan pada aplikasi ASIK berjalan mulus.

4. Sosialisasi Pendaftaran Digital Terpadu: Mengedukasi masyarakat agar melakukan skrining mandiri secara praktis melalui portal resmi Kementerian Kesehatan di ayockg.kemkes.go.id sebelum mendatangi Puskesmas terdekat.

 

Opsi 1: Pendaftaran Melalui Website "AYOCKG"

Metode ini menggantikan pendaftaran via WhatsApp chatbot yang sudah tidak aktif. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Akses Website: Pindai (scan) kode QR pada poster atau ketik langsung alamat situs https://ayockg.kemkes.go.id pada browser HP atau komputer.

2. Pilih Menu Pendaftaran: Sesuaikan dengan kondisi:

o Belum pernah mendaftar: Pilih menu "Daftar dengan Data Diri".

o Sudah memiliki Nomor Tiket: Pilih menu "Lanjutkan dengan No. Tiket".

3. Lengkapi Data:

o Isi dan lengkapi data diri sesuai dengan KTP, atau

o Masukkan Nomor Tiket serta Tanggal Lahir.

4. Isi Skrining: Selesaikan pengisian formulir skrining kesehatan mandiri yang tersedia di website hingga selesai.

Opsi 2: Pendaftaran Melalui Aplikasi "SATUSEHAT Mobile"

Masyarakat juga dapat mendaftarkan diri secara praktis menggunakan aplikasi seluler dengan langkah berikut:

1. Buka aplikasi SATUSEHAT Mobile di ponsel.

2. Lakukan Login menggunakan email, nomor HP, PIN,     atau sistem biometrik.

3. Pilih dan masuk ke menu "Cek Kesehatan Gratis".

4. Pilih opsi "Tiket Pemeriksaan".

5. Ketuk/tekan tombol "Buat Tiket Baru".

6. Isi dan lengkapi data diri secara benar.

7. Tentukan jadwal dan lokasi pemeriksaan yang diinginkan.

8. Periksa kembali seluruh data yang telah diisi, lalu tekan "Simpan" jika data sudah benar.

9. Pendaftaran selesai dilakukan dan tiket pemeriksaan otomatis akan muncul.

10. Tunjukkan nomor tiket tersebut kepada petugas kesehatan saat tiba di Puskesmas/faskes tujuan.

Opsi 3: Pendaftaran Langsung secara Offline di Puskesmas Terdekat

Bagi masyarakat yang ingin mendaftar langsung di tempat, langkah-langkahnya adalah:

1. Datang langsung ke Puskesmas terdekat dengan membawa dokumen identitas diri seperti KTP, KK, kartu BPJS, atau buku KIA.

2. Pindai (scan) QR Code bertuliskan "Daftar Cek Kesehatan Gratis" yang tersedia di area Puskesmas.

3. Isi formulir pendaftaran tersebut dengan lengkap.

4. Pindai (scan) QR Code bertuliskan "Skrining Mandiri" yang disediakan di lokasi Puskesmas, lalu tuntaskan pengisian skrining kesehatan.

5. Setelah seluruh proses pendaftaran dan skrining mandiri selesai, Anda tinggal menunggu giliran pemeriksaan medis sesuai dengan nomor antrean.

 

Melalui pelaksanaan pertemuan koordinasi ini, diharapkan seluruh jajaran Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pustu, kader, serta mitra sektor dapat berkolaborasi erat demi mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kampar yang lebih baik, tangguh, dan mandiri.

 

(Humas Dinkes Kampar)