Dinkes Kampar Gelar Pertemuan Penguatan dan Evaluasi Program Kesling 2026

Bangkinang Kota, 15 Juli 2026 – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menggelar Pertemuan Penguatan dan Evaluasi Program Kesehatan Lingkungan (Kesling) Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pelaksanaan program kesehatan lingkungan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dan puskesmas di Kabupaten Kampar.

 Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Imawan Hardiman, Sp.KK, dan dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ketua Tim Kesling, penanggung jawab kesehatan lingkungan rumah sakit, penanggung jawab kesehatan lingkungan puskesmas, serta seluruh peserta dan panitia penyelenggara.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan di Kabupaten Kampar. Menurutnya, kesehatan lingkungan memiliki peran strategis dalam mencegah berbagai risiko penyakit sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat.

Pada pertemuan tersebut dibahas empat agenda utama, yakni pengelolaan limbah medis, Adaptasi perubahan iklim (APIK), Survei Kualitas Udara Dalam Ruangan (SKUDR), dan Survei Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT). Keempat program tersebut merupakan prioritas yang harus dilaksanakan secara optimal sebagai bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas menegaskan bahwa pengelolaan limbah medis merupakan tanggung jawab seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) wajib dikelola sesuai prosedur guna mencegah pencemaran lingkungan serta melindungi kesehatan masyarakat.

Selain itu, perubahan iklim dinilai telah memberikan dampak nyata terhadap berbagai sektor, termasuk kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, Dinas Kesehatan mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui Program Kampung Iklim (Proklim) sebagai bentuk adaptasi perubahan iklim. Pada tahun 2026, Kabupaten Kampar menargetkan terbentuknya tiga desa atau kelurahan sehat iklim.

Dalam bidang penyediaan air bersih, Dinas Kesehatan juga menargetkan 40 persen rumah tangga memenuhi syarat kualitas air minum melalui pelaksanaan SKAMRT. Program ini dilakukan dengan wawancara kepada masyarakat serta pengambilan sampel air untuk diuji secara fisik, kimia, dan biologi guna memastikan masyarakat memperoleh akses air minum yang aman dan sehat.

Sementara itu, melalui kegiatan SKUDR, Dinas Kesehatan bersama puskesmas melakukan pengukuran berbagai parameter lingkungan seperti suhu, kelembaban, pencahayaan, dan kadar debu pada sejumlah rumah tangga sebagai deteksi dini terhadap potensi pencemaran lingkungan. Tahun 2026 ditetapkan target pemeriksaan kualitas udara sebesar 75 persen pada fasilitas umum dan 35 persen pada rumah tangga.

Menutup sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar berharap seluruh peserta dapat memperkuat komitmen serta meningkatkan kolaborasi dalam menjalankan program kesehatan lingkungan sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, beliau secara resmi membuka Pertemuan Penguatan dan Evaluasi Program Kesehatan Lingkungan Tahun 2026 serta mengajak seluruh pihak untuk terus berupaya mewujudkan masyarakat Kabupaten Kampar yang sehat dan sejahtera.