Dinkes Kampar Tutup Pelatihan Pengelola Imunisasi, Dorong Percepatan Imunisasi

Kampar, 16 Juli 2026 – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar bersama UPT Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan Provinsi Riau secara resmi menutup Pelatihan Pengelola Imunisasi di Puskesmas Angkatan I dan II Tahun 2026 yang berlangsung di Labersa Hotel, Kabupaten Kampar, Kamis (16/7).

Pelatihan yang merupakan kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dengan UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau ini telah dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 13 hingga 16 Juli 2026, bertempat di Labersa Hotel Kabupaten Kampar.

Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri atas 32 orang pengelola Program Imunisasi dari seluruh Puskesmas se-Kabupaten Kampar serta 2 orang anggota Tim Kerja Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. Seluruh peserta dibagi ke dalam Angkatan I dan Angkatan II sebagai upaya meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, diskusi, dan praktik selama pelatihan.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi pengelola imunisasi agar mampu menyelenggarakan pelayanan imunisasi yang berkualitas, aman, bermutu, serta sesuai dengan standar nasional. Selama pelatihan, peserta mendapatkan penguatan materi mulai dari penyusunan microplanning, pengelolaan rantai dingin vaksin (cold chain), tata laksana pelayanan imunisasi, pencatatan dan pelaporan, surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), hingga strategi penjangkauan sasaran imunisasi, termasuk anak Zero Dose.

Acara penutupan dihadiri oleh perwakilan UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau, pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar, para pengendali mutu, fasilitator, panitia, serta seluruh peserta pelatihan.

Pada kesempatan tersebut, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Imawan Hardiman, Sp.KK, menyampaikan arahan yang dibacakan oleh Ketua Tim Kerja Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Ns. Bustami, S.Kep., M.Pd.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasi kepada UPT Bapelkes Dinas Kesehatan Provinsi Riau beserta seluruh fasilitator, pengendali mutu, panitia, dan peserta yang telah berperan aktif menyukseskan pelatihan tersebut.

Menurutnya, pelatihan ini bukan sekadar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis para pengelola imunisasi, tetapi juga menjadi investasi penting dalam meningkatkan mutu pelayanan imunisasi kepada masyarakat.

"Pelatihan ini bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelayanan imunisasi kepada masyarakat," demikian disampaikan dalam sambutan Plt. Kepala Dinas.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan sinergi seluruh elemen masyarakat. Semangat kebersamaan yang menjadi nilai luhur masyarakat Kampar harus menjadi kekuatan dalam mewujudkan cakupan imunisasi yang optimal.

Mengutip falsafah Melayu, "Berat samo dipikul, ringan samo dijinjing," Plt. Kepala Dinas mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa, kader Posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga keluarga, untuk bersama-sama mendukung keberhasilan program imunisasi.

Kepada seluruh peserta pelatihan, Plt. Kepala Dinas menegaskan bahwa pengelola imunisasi memiliki peran yang sangat strategis. Selain bertugas memberikan pelayanan imunisasi, mereka juga diharapkan menjadi edukator, motivator, sekaligus penggerak masyarakat dalam meningkatkan kesadaran pentingnya imunisasi.

Ilmu yang telah diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan secara optimal di wilayah kerja masing-masing, mulai dari penyusunan microplanning, pengelolaan rantai dingin vaksin, pelayanan imunisasi yang aman dan bermutu, pencatatan serta pelaporan yang akurat, hingga pelaksanaan surveilans Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Dalam arahannya, Plt. Kepala Dinas juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya penjangkauan anak-anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau Zero Dose. Para pengelola imunisasi diminta untuk melakukan pendekatan aktif melalui Posyandu, kunjungan rumah, serta memperkuat koordinasi dengan lintas sektor agar tidak ada lagi anak yang terlewat dari layanan imunisasi.

"Jangan menunggu masyarakat datang ke Puskesmas, tetapi jemput mereka melalui Posyandu, kunjungan rumah, dan kerja sama dengan lintas sektor," tegasnya.

Melalui peningkatan kompetensi para pengelola imunisasi, Pemerintah Kabupaten Kampar berharap cakupan imunisasi semakin tinggi, merata, dan berkualitas sehingga seluruh bayi dan anak memperoleh haknya atas imunisasi lengkap sesuai jadwal.

Selain menekan kejadian Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), upaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi Kabupaten Kampar yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Di akhir sambutan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan berharap Kabupaten Kampar mampu mempertahankan prestasinya sebagai salah satu daerah dengan penyelenggaraan program imunisasi terbaik di Provinsi Riau, sekaligus terus meningkatkan kualitas pelayanan hingga tingkat nasional. Namun demikian, beliau menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan utama.

"Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika tidak ada lagi anak yang tertinggal imunisasinya dan semakin sedikit anak yang menderita penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi," ungkapnya.

Acara kemudian ditutup secara resmi dengan ucapan syukur "Alhamdulillahirabbil 'Alamin" disertai harapan agar seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dengan penuh profesionalisme, integritas, semangat pengabdian, dan keikhlasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan di wilayah kerjanya masing-masing. Dengan kompetensi yang semakin baik, para pengelola imunisasi diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan imunisasi hingga ke kelompok sasaran yang sulit dijangkau, serta mempercepat terwujudnya cakupan imunisasi yang tinggi, merata, dan berkualitas di seluruh Kabupaten Kampar sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, maju, dan bermartabat.

 

(Humas Dinkes)