KAMPAR, Kamis 13 Agustus 2026 — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das'at, MH.Kes, terus mendorong peningkatan capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Kampar. Hal tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Bupati Kampar agar pelaksanaan pemeriksaan CKG semakin ditingkatkan dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Menindaklanjuti arahan tersebut, dr. Zulhendra Das'at melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Tambang, Kamis (13/8/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar untuk memantau langsung pelaksanaan program CKG sekaligus mendorong jajaran Puskesmas agar terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Sesuai dengan arahan yang disampaikan oleh Bapak Bupati Kampar terkait peningkatan pemeriksaan CKG, kami melakukan kunjungan ke Puskesmas Tambang untuk melihat secara langsung pelaksanaan dan capaian program tersebut,” ujar dr. Zulhendra.
Menurutnya, Puskesmas Tambang merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki jumlah penduduk cukup besar. Selain itu, wilayah kerja Puskesmas Tambang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru, sehingga memiliki karakteristik dan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi.
.jpeg)
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu alasan penting bagi Dinas Kesehatan untuk memastikan pelayanan kesehatan, khususnya pemeriksaan CKG, dapat dilaksanakan secara optimal dan mudah diakses oleh masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, dr. Zulhendra Das'at didampingi Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Elfian, M.Kes, serta Katim Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Ns. H. Bustami, M.Pd.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar berharap melalui penguatan koordinasi dan pemantauan langsung ke Puskesmas, pelaksanaan CKG dapat semakin optimal. Masyarakat juga diharapkan memanfaatkan program tersebut sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko maupun gangguan kesehatan.
“Kita ingin program CKG ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat. Semakin banyak masyarakat yang melakukan pemeriksaan, semakin cepat pula kita mengetahui kondisi kesehatan dan faktor risikonya, sehingga dapat dilakukan langkah pencegahan maupun penanganan sejak dini,” pungkas dr. Zulhendra.
(jh.pimred)
