BANGKINANG — Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menggelar Pertemuan Evaluasi Pemeriksaan/Cek Kesehatan Gratis (CKG) Tahun 2026, Rabu (23/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pelaksanaan CKG melalui evaluasi capaian, peningkatan kualitas pelayanan, pemutakhiran data sasaran, serta penguatan tindak lanjut hasil pemeriksaan di Kabupaten Kampar.
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zulhendra Das’at, M.H.Kes., dan Kepala Bidang Kesprimkom Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Poppy Rahmadini, SKM., M.Si., serta Kepala Puskesmas dan Penanggung Jawab (PJ) Program CKG dari 32 Puskesmas se-Kabupaten Kampar, Tim Kerja Tatakelola Pelayanan Kesehatan Primer (TakelPKP), dan Tim Kerja Penyakit Tidak Menular (PTM) Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Zulhendra Das’at, M.H.Kes., menyampaikan bahwa Kabupaten Kampar saat ini mencatat capaian pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) peringkat pertama se-Provinsi Riau. Capaian tersebut menjadi gambaran atas komitmen dan kerja bersama seluruh jajaran dalam mendorong pelaksanaan program CKG agar dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Namun demikian, capaian tersebut perlu terus diiringi dengan peningkatan kualitas pelaksanaan program. Evaluasi CKG diperlukan untuk memastikan pelayanan berjalan secara optimal, tidak hanya dari sisi cakupan, tetapi juga kualitas pemeriksaan, ketepatan pencatatan dan pelaporan, serta kesinambungan tindak lanjut bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.
CKG merupakan salah satu upaya deteksi dini faktor risiko dan penyakit pada masyarakat. Melalui pemeriksaan tersebut, kondisi kesehatan masyarakat dapat diketahui lebih awal sehingga hasil pemeriksaan dapat menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut pelayanan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesprimkom Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Poppy Rahmadini, SKM., M.Si., memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan CKG, meliputi perkembangan capaian, cakupan sasaran, pengelolaan data, kendala pelaksanaan, serta langkah tindak lanjut yang perlu diperkuat.

Berdasarkan hasil evaluasi hingga 20 September 2026, sebanyak 461.911 orang telah mendapatkan pelayanan CKG di Kabupaten Kampar. Berdasarkan pemutakhiran data sasaran yang digunakan dalam evaluasi, capaian tersebut mencapai 50 persen.
Capaian tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam pelaksanaan CKG. Rekap evaluasi mencatat capaian Kabupaten Kampar meningkat dari 45 persen pada 5 September menjadi 50 persen pada 20 September 2026.
Dalam proses evaluasi, pemutakhiran dan sinkronisasi data sasaran menjadi salah satu bagian penting. Penggunaan beberapa basis data membutuhkan proses pemadanan
dan validasi secara berkala untuk memastikan data sasaran dapat menggambarkan kondisi di lapangan secara lebih akurat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kualitas data sebagai dasar perencanaan, pemantauan capaian, serta penentuan sasaran pelayanan CKG di masing-masing wilayah.
Berdasarkan data Pusdatin, capaian Kabupaten Kampar menurut kelompok sasaran menunjukkan usia sekolah mencapai 74 persen, dewasa 50 persen, lansia 38 persen, balita dan anak prasekolah 25 persen, serta bayi baru lahir 17 persen.
Sementara itu, evaluasi juga mencatat bahwa capaian antar kelompok sasaran masih beragam. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan cakupan pelayanan secara lebih merata sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing kelompok sasaran.
Dalam pelaksanaan CKG, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperkuat, antara lain sosialisasi dan pemanfaatan aplikasi, kesinambungan input data, serta integrasi informasi dari berbagai sistem pencatatan dan pelaporan.
Selain itu, evaluasi juga membahas kebutuhan BMHP, koordinasi lintas sektor, serta integrasi berbagai program kesehatan untuk mendukung pelaksanaan CKG di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menyiapkan sejumlah langkah perbaikan, antara lain percepatan input data melalui otomasi, validasi dan pembersihan data, verifikasi alat pemeriksaan, serta pemetaan penyakit berdasarkan hasil CKG.
Hasil CKG juga diarahkan untuk mendukung penemuan dan tracing tuberkulosis (TB). Data hasil skrining dapat dimanfaatkan sebagai pintu masuk untuk mengidentifikasi masyarakat yang memiliki faktor risiko dan selanjutnya mendapatkan tindak lanjut melalui program terkait.
Penguatan koordinasi dengan BPJS dan FKTP juga menjadi bagian dari upaya pengembangan pelaksanaan CKG, terutama dalam mendukung skrining dan kesinambungan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.
Melalui evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar terus mendorong Puskesmas untuk memperkuat cakupan sasaran, kualitas pemeriksaan, pemutakhiran data, ketepatan pencatatan dan pelaporan, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan.
Dengan penguatan tersebut, pelaksanaan CKG di Kabupaten Kampar diharapkan tidak hanya meningkatkan cakupan pemeriksaan masyarakat, tetapi juga menghasilkan data kesehatan yang berkualitas sebagai dasar pemetaan masalah kesehatan dan penyusunan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Evaluasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan pelaksanaan CKG berjalan semakin efektif, terukur, dan berkesinambungan dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Kampar.
