Kampar Canangkan Bulan Imunisasi Kejar 2026, Bidik Prestasi Nasional, Pastikan Tak Ada Anak Terlewat

KAMPAR — Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Kesehatan secara resmi mencanangkan Bulan Imunisasi Kejar (BIK) Bayi dan Baduta Tahun 2026, Rabu (7/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2026.

Pencanangan ini menjadi momentum untuk mempercepat penuntasan imunisasi bayi dan baduta, menemukan sasaran zero dose, serta memastikan setiap anak yang belum mendapatkan atau belum lengkap imunisasinya memperoleh pelayanan secara tepat, aman dan tercatat secara real time.

Kegiatan pencanangan dilaksanakan secara terpadu melalui ruang Zoom yang diikuti seluruh kecamatan dan Puskesmas se-Kabupaten Kampar, dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, TP PKK, OPD dan lintas sektor, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, tenaga kesehatan serta kader Posyandu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar yang didampingi oleh Ketua Pokja IV TP. PKK Kampar dr. Rita Angraini, MH., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zulhendra Das’at, M.H.Kes., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, S.Kep, MH  yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Riau dr. Dahlia Eka Okta, MKM., jajaran OPD dan lintas sektor, para camat, kepala desa/lurah, kepala Puskesmas, tenaga kesehatan, TP PKK dan kader.

Laporkan Kesiapan dan Target BIK

Mengawali rangkaian acara, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Elfian, SKM., M.Kes., selaku Ketua Panitia, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan.

Dalam laporannya, Elfian menjelaskan bahwa BIK merupakan bagian dari strategi percepatan untuk melengkapi imunisasi bayi dan baduta yang belum mendapatkan atau belum lengkap imunisasinya, termasuk menemukan dan melayani sasaran zero dose.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan BIK tidak hanya berorientasi pada pencapaian cakupan, tetapi juga memastikan sasaran benar-benar ditemukan, dilayani dan dicatat secara akurat melalui sistem pencatatan imunisasi yang tersedia.

Pelaksanaan BIK Kabupaten Kampar berlangsung sepanjang Bulan Oktober 2026 dan dilaksanakan secara serentak melalui jejaring pelayanan Puskesmas, Posyandu serta titik-titik pelayanan imunisasi di seluruh wilayah Kabupaten Kampar.

Kadiskes Kampar: BIK Bukan Sekadar Mengejar Angka

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dr. Zulhendra Das’at, M.H.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa BIK merupakan bentuk nyata ikhtiar pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada anak sejak dini.

“Bulan Imunisasi Kejar bukan sekadar mengejar angka cakupan. Di balik setiap angka terdapat anak yang harus kita lindungi, keluarga yang harus kita yakinkan, dan masa depan yang harus kita jaga,” tegas Zulhendra.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk bergerak secara terarah dengan prinsip menemukan sasaran, menggerakkan keluarga, memberikan pelayanan, melakukan entri data secara real time melalui ASIK, dan memantau capaian.

Zulhendra juga mengingatkan bahwa Kabupaten Kampar memiliki modal prestasi yang harus dipertahankan dan ditingkatkan.

Pada April 2026, Kabupaten Kampar menerima Tanda Penghargaan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia atas pencapaian Imunisasi Kejar Bayi dan Baduta Tertinggi Pertama pada kegiatan Sepekan Mengejar Imunisasi dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2026.

“Prestasi tersebut harus menjadi modal dasar dan motivasi bagi kita untuk kembali mengulang, bahkan meningkatkan keberhasilan pada Bulan Imunisasi Kejar Bayi dan Baduta dalam rangka Hari Kesehatan Nasional Tahun 2026,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan BIK merupakan hasil kerja bersama. Dinas Kesehatan mengoordinasikan dan mengawal program, Puskesmas memastikan pelayanan, TP PKK dan kader menggerakkan keluarga, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan membantu pelacakan dan mobilisasi sasaran, sementara OPD dan lintas sektor memperkuat edukasi, dukungan dan publikasi.

“Mari kita jadikan kerja ini sebagai ibadah, kolaborasi sebagai kekuatan, dan prestasi sebagai motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak Kabupaten Kampar,” tutur Zulhendra.

Dinkes Riau Apresiasi Kampar dan Dorong Kembali Berprestasi

Dukungan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, S.Kep, MH yang disampaikan    melalui Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Riau, dr. Dahlia Eka Okta, MKM.

Dalam sambutannya, Zulkifli menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Kampar, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, TP PKK, lintas sektor, seluruh Puskesmas, tenaga kesehatan dan kader yang telah membangun komitmen bersama dalam pelaksanaan BIK.

Menurutnya, pencanangan BIK bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat komitmen bersama agar tidak ada anak yang terlewat dari imunisasi.

Ia juga mendorong Kabupaten Kampar untuk kembali menunjukkan kinerja terbaik di tingkat nasional.

“Kami sangat mendukung langkah-langkah inovatif yang dilakukan Kabupaten Kampar. Bahkan kami berharap Kampar dapat menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam pelaksanaan BIK Tahun 2026 di tingkat nasional,” katanya.

Menurutnya, harapan tersebut memiliki dasar yang kuat karena Kampar sebelumnya telah menunjukkan kreativitas dan kinerja yang baik hingga berhasil meraih Terbaik I Nasional pada momentum Sepekan Mengejar Imunisasi dalam rangka Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2026.

Ia meminta semangat dan kreativitas tersebut terus dilanjutkan dalam pelaksanaan BIK.

“Jangan hanya menunggu anak datang ke Puskesmas. Kita cari anaknya, kita temukan keluarganya, kita edukasi orang tuanya, kita lengkapi imunisasinya, dan kita catat serta laporkan dengan baik,” tegasnya.

Ketua TP PKK: Pastikan Tidak Ada Anak yang Terlewat

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar menegaskan bahwa imunisasi merupakan investasi penting bagi kesehatan dan masa depan generasi penerus.

Ia mengajak seluruh pihak menjadikan BIK sebagai gerakan bersama untuk memastikan setiap bayi dan baduta memperoleh imunisasi sesuai kebutuhannya.

“Mari kita pastikan: tidak ada anak yang terlewat, tidak ada sasaran yang tidak terlacak, dan tidak ada imunisasi yang tertinggal,” tegas Tengku Nurheryani.

Menurutnya, keberhasilan BIK membutuhkan kolaborasi seluruh unsur. TP PKK dan kader memiliki peran strategis dalam menggerakkan keluarga dan masyarakat, sementara pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan membantu pendataan serta mobilisasi sasaran.

Ia juga mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Kampar, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Puskesmas, kader Posyandu serta seluruh OPD dan lintas sektor yang terlibat.

“Pencanangan hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah tanda dimulainya gerakan bersama sepanjang Bulan Oktober untuk melacak, menggerakkan, melayani,

mencatat, dan memastikan setiap bayi dan baduta memperoleh haknya untuk tumbuh sehat dan terlindungi,” ujarnya.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Ketua TP PKK Kabupaten Kampar secara resmi mencanangkan Bulan Imunisasi Kejar Bayi dan Baduta Kabupaten Kampar Tahun 2026, yang dilaksanakan sepanjang Oktober dalam rangka HKN Tahun 2026.

Usai Pencanangan, Ketua TP PKK Turun Langsung Pantau Pelayanan

Komitmen terhadap pelaksanaan BIK tidak berhenti pada pencanangan. Usai kegiatan melalui ruang Zoom bersama seluruh kecamatan dan Puskesmas se-Kabupaten Kampar, Ketua TP PKK Kabupaten Kampar Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar langsung melakukan peninjauan pelaksanaan BIK di lapangan.

Peninjauan pertama dilakukan di Posyandu Melati, Kelurahan Bangkinang, wilayah kerja Puskesmas Bangkinang, Kecamatan Bangkinang Kota.

Di lokasi tersebut, Ketua TP PKK melihat secara langsung proses pelayanan imunisasi kepada sasaran bayi dan baduta, sekaligus berinteraksi dengan tenaga kesehatan, kader Posyandu dan masyarakat.

Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Posyandu Sayang Ibu, Desa Simpang Kubu, wilayah kerja Puskesmas Air Tiris, Kecamatan Kampar.

Kehadiran langsung Ketua TP PKK di tengah masyarakat menjadi bentuk dukungan nyata sekaligus penguatan pesan bahwa keberhasilan imunisasi membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama dalam mengajak orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai kebutuhannya.

Kegiatan lapangan tersebut juga memperlihatkan bahwa BIK di Kabupaten Kampar diarahkan tidak hanya sebagai gerakan administratif untuk mengejar capaian, tetapi sebagai gerakan pelayanan yang hadir langsung di tengah keluarga dan masyarakat.

Perkuat Kolaborasi, Lindungi Anak Kampar

Pencanangan BIK Tahun 2026 menjadi titik awal penguatan gerakan bersama sepanjang Oktober untuk melacak, menggerakkan, melayani, mencatat dan memantau setiap sasaran bayi dan baduta yang membutuhkan imunisasi.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar, Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, TP PKK, Puskesmas, kader, pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan, OPD serta seluruh lintas sektor, Kabupaten Kampar optimistis dapat mempercepat penuntasan imunisasi sekaligus mempertahankan capaian terbaik yang telah diraih sebelumnya.

Semangat tersebut dirangkum dalam komitmen bersama:

“LAYANI TUNTAS, ENTRI TUNTAS, CAKUPAN TUNTAS — ANAK KAMPAR TERLINDUNGI.”

BIK Tahun 2026 sekaligus menjadi bagian dari momentum HKN untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan masyarakat yang sehat serta memastikan setiap anak Kampar memperoleh awal kehidupan yang lebih sehat dan terlindungi.

Bersama Melindungi Anak Kampar, Bersama Mewujudkan Kampar Sehat — Kampar di Hati.