Kabupaten Kampar – Ancaman penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kampar memerlukan kewaspadaan dan tindakan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat. Merespons kondisi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar secara resmi menghimbau dan menyerukan pelaksanaan Gotong Royong Serentak di setiap RT, RW, dan Desa se-Kabupaten Kampar sebagai langkah masif dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus.
DBD yang ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti masih menjadi isu kesehatan yang serius. Nyamuk ini berkembang biak di tempat penampungan air jernih, terutama di lingkungan rumah dan sekitarnya. Oleh karena itu, kunci untuk memutus rantai penularan adalah dengan memusnahkan sarang dan jentik nyamuk.
Gotong Royong: Gerakan Kolektif Menuju Kampar Sehat
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menyampaikan bahwa upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas kesehatan, melainkan harus menjadi gerakan bersama.
Himbauan Kadiskes Kampar dr. Asmara Fitrah Abadi, MM
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, mulai dari Ketua RT, RW, Kepala Desa, Lurah, pengelola fasilitas umum, hingga setiap individu di Kabupaten Kampar untuk mengaktifkan kembali semangat gotong royong. Jadwalkan waktu spesifik untuk Gotong Royong Serentak membersihkan lingkungan dan melakukan PSN di wilayah masing-masing, termasuk memastikan kebersihan total di lingkungan sekolah, perkantoran, pesantren, dan fasilitas umum lainnya," Ujar Kadiskes.
Kegiatan Gotong Royong Serentak ini diharapkan tidak hanya fokus pada kebersihan umum, tetapi juga secara spesifik mengecek dan memberantas potensi sarang nyamuk, baik di dalam maupun di luar rumah.

Pedoman PSN: Terapkan 3M Plus dengan Disiplin
Agar gerakan ini efektif, masyarakat diimbau untuk disiplin menjalankan langkah-langkah 3M Plus sebagai panduan utama PSN:
1. Menguras (M1)
Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, dan tempat minum burung. Lakukan setidaknya seminggu sekali.
2. Menutup (M2)
Menutup rapat semua wadah penampungan air agar nyamuk Aedes aegypti tidak dapat masuk dan bertelur.
3. Mengubur/Mendaur Ulang (M3)
Mengubur atau memusnahkan serta mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti ban bekas, kaleng, botol, dan wadah lain di sekitar rumah.
Plus! (Tindakan Tambahan)
Selain 3M inti, masyarakat diimbau untuk melakukan tindakan pencegahan tambahan, yaitu:
Pemberian Abate: Menaburkan bubuk larvasida (abate) pada tempat-tempat penampungan air yang sulit dikuras.
Pemeliharaan Ikan Jentik: Memelihara ikan pemakan jentik di kolam atau wadah air yang sulit dikosongkan.
Perlindungan Diri: Menggunakan lotion anti nyamuk, tidur menggunakan kelambu, dan memasang kawat kasa pada ventilasi rumah.
Menjaga Imunitas: Memastikan pola hidup sehat, makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Sinergi Intervensi Dinkes Kampar : Pengasapan (Fogging) sebagai Bagian Program P3M
Selain upaya PSN dan 3M Plus yang dilakukan atas kesadaran dan gotong royong warga, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar bersama UPT Puskesmas juga melakukan intervensi terpadu untuk menekan penyebaran DBD.
Sebagai bagian krusial dari program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M), petugas Puskesmas dan Tim Kerja P3M Dinas Kesehatan secara aktif melaksanakan dua peran utama:
- Intervensi Cepat (Fogging): Melakukan pengasapan (fogging) di lokasi yang telah teridentifikasi atau di sekitar kasus DBD. Tindakan ini berfungsi sebagai upaya pemberantasan nyamuk dewasa secara cepat.
- Pemberdayaan Masyarakat: Secara intensif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga mengenai bahaya DBD, cara mengenali gejala, pentingnya PSN secara mandiri, serta bagaimana memanfaatkan fasilitas kesehatan secara optimal.
Kedua intervensi ini, yaitu penanganan cepat melalui fogging dan penguatan kesadaran melalui edukasi, merupakan bentuk sinergi pemerintah daerah dalam memastikan pencegahan dan pengendalian penyakit menular berjalan efektif. Namun, perlu ditekankan kembali bahwa fogging hanya intervensi pelengkap. Keberhasilan jangka panjang pencegahan DBD tetap bertumpu pada komitmen dan kesadaran seluruh masyarakat Kampar dalam memusnahkan sarang jentik nyamuk melalui PSN 3M Plus di lingkungan masing-masing.
Bersama, Kita Cegah Penularan DBD
Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar meyakini bahwa dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat melalui Gotong Royong PSN 3M Plus, penyebaran DBD dapat ditekan secara signifikan.
Kami menghimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas kesehatan atau Puskesmas terdekat apabila ditemukan kasus demam tinggi mendadak yang dicurigai sebagai gejala DBD. Mari kita jaga kesehatan keluarga dan lingkungan kita. Wujudkan Kabupaten Kampar yang bersih, sehat, dan bebas dari ancaman DBD.
Berita ini disiarkan oleh Tim Kerja Data Informasi dan Humas Dinkes Kampar dan kolaborasi dengan tim kerja Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P)
Penulis : Syams
Editor : Tim Kerja Media Informasi dan Humas Dinkes
Foto : Irzet Kusmarna (tim kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular)
