BANGKINANG KOTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kampar ikut berpartisipasi dan mendukung implementasi Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di seluruh lini pelayanan publik. Langkah strategis ini merupakan wujud nyata dukungan daerah terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan lingkungan nasional yang sehat, bersih, dan nyaman.
Menindaklanjuti Instruksi Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten Kampar melaksanakan Apel Gerakan Indonesia ASRI yang dilanjutkan dengan Gotong Royong serentak seluruh OPD dan ASN di lingkungan Pemda Kampar. Jumat 13 /02/2026.
Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa Gerakan ASRI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah panggilan moral bagi ASN dan seluruh elemen masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan, dan keindahan lingkungan secara konsisten sebagai fondasi utama kualitas hidup.
Melalui integrasi ini, Dinas Kesehatan memegang peran vital untuk memastikan bahwa setiap aspek lingkungan yang 'Resik' dan 'Indah' berkontribusi langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, sejalan dengan prinsip Germas dan PHBS.
“Melalui program Presiden RI ini, kita ingin Kabupaten Kampar menjadi daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan fisik, tetapi juga nyaman ditinggali, sehat, dan indah dipandang,” ujar Ahmad Yuzar di hadapan peserta apel.
Dalam arahannya, Bupati Kampar memaparkan filosofi empat pilar utama Gerakan ASRI:
Aman: Menciptakan lingkungan yang aman, nyaman bebas dari bahaya lingkungan dan penyakit.
Sehat: Lingkungan higienis, memastikan masyarakat mengadopsi pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Resik: Menjamin kebersihan lingkungan yang dimulai dari lingkup rumah tangga, kantor hingga fasilitas umum agar terbebas dan bersih dari sampah.
Indah: Estetik, dengan mempercantik ruang publik melalui penghijauan, pembuatan taman, dan penataan kantor yang rapi.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan langsung berlanjut pada aksi nyata berupa gotong royong massal yang dilakukan serentak di wilayah Bangkinang Kota.
Mengapa Gerakan ASRI Penting Bagi Kita?
Kepala Dinas Kesehatan Kampar menegaskan bahwa Gerakan ASRI adalah instrumen krusial yang dirancang selaras dengan dua pilar utama kesehatan nasional: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Secara edukatif, Gerakan ASRI adalah fondasi bagi dua pilar kesehatan nasional, yaitu PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Lingkungan yang terjaga memberikan dampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam keterangannya saat melaksanakan gerakan ASRI dilingkugan kantor, Kadiskes menjelaskan bahwa keberhasilan program kesehatan masyarakat sangat bergantung pada kualitas lingkungan. Tanpa lingkungan yang ASRI, berbagai intervensi medis tidak akan mencapai hasil yang maksimal.
"Gerakan ASRI bukan sekadar aksi pembersihan fisik secara periodik atau mingguan. Ini adalah upaya sistematis dan berkelanjutan untuk mengintegrasikan tata kelola lingkungan ke dalam budaya hidup sehat sehari-hari," tegas Kadiskes.
Dampak Positif dan Manfa`at bagi Masyarakat
Secara edukatif, Gerakan ASRI diproyeksikan memberikan dampak nyata pada tiga aspek fundamental kesehatan:
Pencegahan Penyakit Endemik: Menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penularan penyakit berbasis lingkungan, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), diare, dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Optimalisasi Produktivitas: Lingkungan yang asri dan kualitas udara yang bersih secara klinis terbukti mampu menurunkan tingkat stres serta meningkatkan fokus masyarakat dalam bekerja maupun belajar serta melakukan aktifitas sehari hari.
Efisiensi Ekonomi Kesehatan: Meningkatnya derajat kesehatan lingkungan akan menekan angka kesakitan (morbiditas), yang secara otomatis mengurangi beban biaya pengobatan pada tingkat keluarga.
Seruan Aksi: Sinergi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Pemerintah menyadari bahwa kesehatan lingkungan adalah investasi jangka panjang yang membutuhkan kolaborasi kolektif antara kebijakan publik dan kesadaran masyarakat.
Bagi ASN Kampar: Diminta menjadikan budaya "Resik" sebagai etos kerja harian dan identitas pelayanan publik, melampaui rutinitas gotong-royong mingguan.
Bagi Seluruh Masyarakat: Diimbau untuk mengaktifkan kembali semangat gotong-royong di tingkat RT/RW/desa/kelurahan, dimulai dari langkah sederhana seperti pemilahan sampah rumah tangga dan menjaga kebersihan drainase secara konsisten.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar optimis bahwa melalui integrasi yang kuat antara Gerakan ASRI, Germas, dan PHBS, Kabupaten Kampar mampu menciptakan standar kesehatan lingkungan yang lebih tinggi dan berkelanjutan bagi seluruh warga.
Pada akhirnya, keberhasilan Gerakan ASRI ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang di Kabupaten Kampar. Dengan menjadikan kebersihan lingkungan sebagai gaya hidup dan tanggung jawab bersama, kita sedang membangun fondasi masyarakat yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki mentalitas yang sehat dan peduli.
Dinas Kesehatan mengajak seluruh ASN dan elemen masyarakat untuk terus konsisten, karena setiap tindakan kecil dalam menjaga keasrian lingkungan hari ini adalah investasi besar bagi derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik di masa depan.
Berita ini disiarkan oleh Media Informasi dan Humas Dinkes
Penulis : Syams
Foto : Panglima
Editor : Tim Media Informasi dan Humas
