Dinkes Kampar Gelar Bimtek CPPOB di Stanum: Tingkatkan Mutu Dan Keamanan Pangan Usaha IRTP Daerah.

Dorong Pelaku Usaha IRTP Naik Kelas dan Jamin Keamanan Pangan

BANGKINANG KOTA – Dalam rangka meningkatkan kualitas produk industri rumahan sekaligus menjamin perlindungan kesehatan konsumen, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penilaian Mandiri Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) bagi para pelaku usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) se-Kabupaten Kampar.

Kegiatan strategis ini dilaksanakan secara intensif selama dua hari di kawasan Stanum Resort, Bangkinang Kota. Mengingat tingginya antusiasme serta jumlah peserta, pelaksanaan Bimtek ini dibagi menjadi dua gelombang, yakni Batch I pada Rabu, 17 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan Batch II pada Kamis, 18 Juni 2026.

Edukasi CPPOB: Mengapa Penting bagi Pelaku Usaha?

Secara edukatif, Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) merupakan pedoman wajib yang menjelaskan bagaimana memproduksi pangan agar bermutu, aman, dan layak untuk dikonsumsi masyarakat. Penerapan CPPOB di tingkat industri rumah tangga memegang peranan krusial guna mengeliminasi risiko kontaminasi fisik, kimia, maupun biologi selama proses pengolahan makanan.

Melalui bimbingan teknis ini, para pelaku usaha IRTP di Kabupaten Kampar diberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya melakukan penilaian mandiri terhadap sarana produksi mereka. Hal ini meliputi aspek kebersihan tempat produksi, kelayakan sanitasi bangunan, penyediaan air bersih, hingga higiene karyawan yang bersentuhan langsung dengan produk pangan.

Sambutan dan Arahan Plt. Kepala Dinas Kesehatan

Acara ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Imawan Hardiman, Sp. DVE yang diwakili oleh dr. Zulhendra Das`at, MH. Dalam sambutan pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa pemenuhan standar mutu pangan olahan bukan sekadar urusan kelengkapan administrasi perizinan, melainkan sebuah tanggung jawab moral dari pelaku usaha kepada masyarakat selaku konsumen.

"Di era modern ini, masyarakat semakin kritis terhadap apa yang dikonsumsi. Dinas Kesehatan ingin memastikan bahwa produk pangan olahan lokal khas Kampar memiliki daya saing tinggi, naik kelas, dan yang paling utama, terjamin keamanannya melalui sertifikasi resmi yang diawali dari pemahaman CPPOB ini," ujar dr. Imawan Hardiman.

Beliau juga menambahkan bahwa pembinaan preventif seperti ini jauh lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah berbasis kesehatan pangan, dibandingkan sekadar menerapkan pengawasan kuratif di lapangan.

Tujuan dan Manfaat Kegiatan

Melalui Bimtek yang berlangsung selama dua hari di Stanum Resort ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menargetkan beberapa capaian esensial:

  1. Meningkatkan Pengetahuan Pelaku Usaha: Memastikan setiap produsen memahami regulasi terbaru mengenai standar higiene sanitasi pangan olahan.
  2. Kemampuan Penilaian Mandiri: Melatih pelaku IRTP agar mampu mendeteksi secara mandiri titik-titik kritis di ruang produksi mereka yang berpotensi menurunkan mutu pangan.
  3. Percepatan Legalitas Usaha: Mempermudah para pelaku usaha mendapatkan Sertifikat Pemenuhan Komitmen Produksi Pangan Olahan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT).

Harapan ke Depan

Dengan terselenggaranya Bimtek Batch I dan Batch II ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar berharap seluruh alumni peserta dapat segera mengaplikasikan ilmu tata cara produksi yang higienis di tempat usaha masing-masing. Langkah konkrit ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem kuliner di Kabupaten Kampar yang tidak hanya lezat dan bernilai ekonomis, tetapi juga sehat, aman, dan bebas dari cemaran penyakit bawaan pangan.(syams)

Publikasi dan informasi resmi ini disiarkan oleh:

Tim Kerja Data Informasi dan Hubungan Masyarakat (Humas) Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar.