Dinas Kesehatan Kampar Perkuat Peran PJ Promkes dan Kader Guna Tuntaskan PHBS Rumah Tangga

BANGKINANG KOTA (25/6/2026) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menggelar Pertemuan Penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga bagi Penanggung Jawab (PJ) Promosi Kesehatan (Promkes) dan Peningkatan Kapasitas Kader Terkait Indikator PHBS di Rumah Tangga. Acara yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar ini dihadiri langsung oleh jajaran internal dinkes, narasumber Dinas Kesehatan Provinsi Riau, serta seluruh PJ Promkes dan kader kesehatan Puskesmas se-Kabupaten Kampar.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, dr. Imawan Hardiman, Sp.DVE. Dalam sambutannya, dr. Imawan menekankan bahwa rumah tangga merupakan unit terkecil sekaligus pilar paling strategis di tengah masyarakat dalam mendisplinkan budaya hidup sehat. Melalui penguatan indikator-indikator PHBS di tingkat keluarga, masyarakat diharapkan mampu secara mandiri memitigasi risiko penyakit serta menghadirkan lingkungan hidup yang lebih produktif.

“PJ Promkes dan kader kesehatan merupakan ujung tombak sekaligus penggerak utama perubahan perilaku di lapangan. Melalui peningkatan kapasitas hari ini, kita harapkan edukasi dan pendampingan di tengah masyarakat dapat berjalan jauh lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan,” ujar dr. Imawan.

Agenda ini dirancang interaktif guna memperkuat komitmen lintas sektor serta menjadi ruang bertukar pengalaman bagi para garda terdepan promosi kesehatan di Kabupaten Kampar.

Arahan Strategis Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kampar (dr. Imawan Hardiman, Sp.DVE)

Secara khusus, dr. Imawan Hardiman menyampaikan sejumlah arahan strategis yang menjadi fokus utama bagi para PJ Promkes dan kader:

  • Pemberdayaan Rumah Tangga sebagai Fondasi Utama: Menegaskan bahwa perbaikan derajat kesehatan masyarakat bersumber dari kepatuhan keluarga terhadap indikator PHBS. Keluarga harus didorong agar mampu mendeteksi dini risiko kesehatan secara mandiri.
  • Optimalisasi Peran Kader sebagai Ujung Tombak: Meminta seluruh PJ Promkes Puskesmas dan Kader Kesehatan untuk meningkatkan sensitivitas komunikasi publik saat melakukan edukasi, sehingga pesan edukasi kesehatan bukan sekadar menjadi teori melainkan tindakan nyata di masyarakat.
  • Peningkatan Kapasitas dan Penguasaan Indikator: Mewajibkan seluruh peserta memanfaatkan pertemuan ini untuk mendalami metode monitoring indikator PHBS terbaru agar data lapangan yang dihimpun berjalan valid dan sinkron.
  • Penguatan Komitmen & Sinergi Lintas Sektor: Mengimbau seluruh elemen kesehatan untuk aktif berdiskusi, saling bertukar studi kasus keberhasilan wilayah kerja masing-masing, serta menjaga komitmen bersama demi tercapainya target pembangunan kesehatan Kabupaten Kampar.

Publikasi dan Informasi ini disiarkan oleh : Tim Media Data Informasi dan Humas Dinkes Kampar