Gunung Sahilan, 29 Juni 2026 – Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Kampar secara resmi menuntaskan rangkaian Pendampingan Intensif Puskesmas Prioritas dalam Percepatan Peningkatan Cakupan Imunisasi Kabupaten Kampar Tahun 2026. Kegiatan terakhir dilaksanakan di Puskesmas Gunung Sahilan, Kecamatan Gunung Sahilan, Senin (29/6), sekaligus menjadi penutup pendampingan yang telah berlangsung sejak 17 Juni 2026.
Selama hampir dua pekan, Tim Pendamping dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar telah melakukan pembinaan dan penguatan di 12 Puskesmas Prioritas, yaitu Puskesmas Simalinyang, Sungai Pagar, Air Tiris, Rumbio, Sinama Nenek, Sukaramai, Kampa, Tambang, Bangkinang, Kuok, Gunung Bungsu, dan Gunung Sahilan.
Pendampingan merupakan bagian dari strategi percepatan pencapaian target imunisasi rutin Kabupaten Kampar, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menuntaskan sasaran Zero Dose, Drop Out Immunization, meningkatkan kualitas data dan pelaporan melalui aplikasi ASIK, memperkuat surveilans Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), serta mempersiapkan pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Tahun 2026.
Kegiatan di Aula Puskesmas Gunung Sahilan dibuka oleh Camat Gunung Sahilan yang diwakili Sekretaris Kecamatan Gunung Sahilan, Hengki Z. Mararisa, SH, didampingi Ketua TP PKK Kecamatan Gunung Sahilan, Elvanita, SKM., MKM, serta Kepala Puskesmas Gunung Sahilan, Fatmawati, Amd.Keb., SKM.
Turut hadir Ketua Tim Kerja Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar beserta tim, unsur Pemerintah Kecamatan, Kepala Puskesmas, Kepala Desa, TP PKK Kecamatan dan Desa, Bidan Desa, Kader Posyandu, pengelola program imunisasi, serta lintas sektor terkait.
.jpeg)
Dalam arahannya, Sekretaris Kecamatan Gunung Sahilan menegaskan bahwa keberhasilan program imunisasi tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi memerlukan keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat hingga tingkat desa.
"Seluruh pemerintah desa, PKK, perangkat desa, RT/RW hingga tokoh masyarakat harus bersama-sama memastikan tidak ada anak yang tertinggal imunisasi. Apabila terdapat kendala di lapangan, segera lakukan koordinasi dan penyelesaian bersama," tegasnya.
Beliau juga mendorong setiap desa untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan imunisasi yang lebih mudah diakses masyarakat serta melakukan pendampingan khusus pada desa yang masih memiliki cakupan imunisasi rendah.
Selama sesi diskusi, berbagai tantangan pelaksanaan program berhasil diidentifikasi, antara lain masih adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua, perlunya peningkatan dukungan sekolah dalam pelaksanaan BIAS, kendala penginputan data melalui aplikasi ASIK, serta perlunya penguatan validasi data sasaran akibat tingginya mobilitas penduduk.
Berbagai solusi kemudian disepakati secara bersama, di antaranya memperkuat edukasi kepada masyarakat, meningkatkan koordinasi lintas sektor, mengoptimalkan peran Pemerintah Desa dan TP PKK dalam pendampingan keluarga, memperkuat validasi data sasaran berbasis by name by address, serta mengoptimalkan pelaksanaan Gerakan Sapu Tuntas Imunisasi.
Pemerintah Kecamatan Gunung Sahilan bersama TP PKK Kecamatan menyatakan komitmennya untuk terus mendukung Program Imunisasi melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pemantauan capaian imunisasi secara berkala, serta mendorong pemanfaatan dukungan pembiayaan melalui APBDes sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai penutup rangkaian pendampingan, seluruh peserta menyatakan Komitmen Bersama Percepatan Peningkatan Cakupan Imunisasi Kabupaten Kampar Tahun 2026 dengan tema:
"Bersama Mewujudkan Cakupan Imunisasi yang Tinggi, Merata, Berkualitas, dan Berkelanjutan."
Komitmen tersebut memuat sembilan poin utama, di antaranya memprioritaskan Program Imunisasi, menuntaskan seluruh sasaran termasuk Zero Dose dan Drop Out Immunization, memperkuat Gerakan Sapu Tuntas Imunisasi, meningkatkan kualitas data dan pelaporan, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mewujudkan tidak ada satu pun anak yang tertinggal imunisasi di Kabupaten Kampar.
Ketua Tim Kerja Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar menyampaikan bahwa pendampingan intensif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan capaian angka imunisasi, tetapi juga membangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan agar Program Imunisasi menjadi gerakan bersama hingga tingkat desa.
"Keberhasilan Program Imunisasi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi Pemerintah Daerah, TP PKK, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Puskesmas, Bidan Desa, Kader Posyandu, sekolah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat, kita optimistis target imunisasi Kabupaten Kampar dapat tercapai secara optimal," ujarnya.
Dengan selesainya pendampingan di seluruh Puskesmas Prioritas, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar berharap seluruh rencana tindak lanjut segera diimplementasikan secara konsisten di setiap wilayah kerja. Melalui kolaborasi yang semakin kuat, Kabupaten Kampar optimistis mampu mempertahankan dan meningkatkan capaian imunisasi, menuntaskan sasaran Zero Dose dan Drop Out, menyukseskan pelaksanaan BIAS Tahun 2026, serta mewujudkan generasi Kampar yang sehat, terlindungi, dan bebas dari Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I).
"Tidak Ada Anak yang Tertinggal Imunisasi." Menjadi semangat bersama dalam melindungi setiap anak menuju Kampar Sehat, Kampar Hebat.
Publikasi dan Informasi ini disiarkan oleh : Media Informasi dan Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar
